Amalan Sholeh Yang Dianggap Bid'ah
ISBN:9786027986183Penulis:Fathiy Syamsuddin Ramadlan An Nawiy
Cover:Soft Cover
Isi:200
Ukuran: 15,5 cm x 23,
Tahun Terbit: 2014
Penerbit: Al Azhar Fresh Zone
Kategori: Nafsiyah
Stock Buku: In Stock
Rp. 48,000
Membicarakan
masalah furu’iyyah dalam fikih
hampir dipastikan berujung pada beragamnya pendapat para alim ulama dalam
persoalan tersebut. Masalah khilafiyah telah ratusan tahun menghiasai khasanah
fiqih para ulama salaf. Hebatnya para ulama di masa tersebut membahasnya tanpa
melahirkan khusumat (permusuhan) dan tafarruq (perpecahan) di tubuh umat.
Masih tercatat dalam
berbagai riwayat shahih bagaimana Imam Syafi’iy tidak membaca qunut di kala
shalat subuh dekat makam gurunya, Imam Abu Hanifah, sebagai adab penghormatan
pada beliau. Para ulama salaf yang mulia memahami pentingnya arti kaidah “taqdim al-aham min al-muhim – mendahulukan yang paling penting
di antara yang penting”. Bagi mereka menjaga ukhuwah Islamiyyah dan persatuan
umat jauh lebih penting dari pendapat fiqih mereka sendiri. Spirit inilah yang
disodorkan oleh penulis buku ini kepada para pembaca.
Maka janganlah kita
begitu semangat membid’ahkan amal sebagian saudara kita karena ternyata ada
pijakan al-Quran dan as-Sunnah yang melandasinya. Di sini penulis menguraikan
pendapat para ulama mengenai sejumlah topik ‘sensitif’ yang banyak
diperselisihkan umat pada hari ini seperti bersalaman usai shalat,
menghadiahkan pahala kepada arwah, hukum ber-isbal, jenggot, tahlilan, dsb.
Agar mata kita terbuka bahwa hal itu adalah persoalan ‘klasik’ yang sudah
diuraikan oleh para ulama salaf.
Andaikan umat mau meneladani
adab para ulama dalam menghadapi persoalan khilafiyyah, niscaya persatuan umat
akan mudah terwujud. Sehingga perjuangan untuk menegakkan syariat Islam dalam
naungan Khilafah menjadi hal yang jauh lebih ringan untuk dilakukan. Sambil
dengan penuh kasih sayang kita ingatkan saudara-saudara kita yang gemar
mencaci-maki amal sebagian saudaranya agar menjaga ukhuwah dan persatuan umat.





0 comments:
Post a Comment